Kamis, 29 Mei 2008

Masuk Musim Kemarau - memasuki musim kemarau beberapa telaga di Gununkgidul tahun ini sejumlah telaga yang biasa digunakan untuk kepentingan warga mulai kering. Demikian telaga di Budegan Piyaman kecamatan Wonosari ini nampak menjadi tempat bermain anak-anak mencari ikan karena hanya menyimpan air setinggi mata kaki. (endro Guntoro)

BLT Gunungkidul belum bisa dicairkan

Penerima meninggal dan pindah Kartu ditarik
Oleh Endro Guntoro
HARIAN JOGJA
WONOSARI : Hingga akhir bulan Mei 2008 ini Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk rumah tangga miskin kabupaten Gunungkidul belum bisa dicairkan pihak Kantor Pos Gunungkidul. Kantor Pos masih menunggu turunnya petunjuk dan pelaksanaan (juklak) dari Kantor Pos Pusat dan Departemen Sosial (Depsos).
Kepastian belum cairnya BLT untuk Gunungkidul ini diungkapkan Yulius Drajat SE selaku Kepala Kantor Pos Gunungkidul kepada anggota DPRD Gunungkidul saat melakukan pemantauaan langsung kesiapan Kantor Pos, pagi kemarin.
"Kami belum bisa melaksanakan penyaluran untuk bulan Mei ini. Untuk bulan depan kamijugabelum bisa memastikan," kata Yulius kepada rombongan yang dipimpin ketua DPRD Gunungkidul Slamet SPd. Menurut Yulius, sampai saat ini Kantor Pos dan pemkab Gunungkiudl masih menunggu jujklak dari pusat untuk bisa mencairkan bantuan subsidi kenaikan BBM bagi rumah tangga miskin di Gunungkidul.
Namun demikian, Kantor Pos Gunungkidul sudah menerima kupon penerima BLT yang mamsih dalam keadaan utuh tersegel. Jumlah kupon yang masih diamankan Kantor Pos saat ini dipastikan berjumlah 95.374 lembar untuk KK penerima BLT di Gunungkidul. Jumlah penerima BLT yang siap disalurkan berjumlah 95.374 KK penerima BLT tahun ini. Data tersebut menurut Yulius diterima dari Kantor Pos Pusat dan BPS Pusat, meski sebelumnya kepela BPS Gunungkidul yakin jumlah penerima BLT tahun 2005 jauh lebih besar 348 dari jumlah yang ditentukan Kantor Pos yakni 95.722 KK penerima BLT.
Munculnya selisih jumlah penrima BLT ini, Yulius mengaku tidak bisa banyak berbuat mengingat peran dan kapastias Kantor Pos Gunungkidul hanya sebagai pihak penyalur BLT atau bukan pada tahap pembuat kebijkan. "Kami tidak bisa bersikap jika ternyata ada selisih jumlah penerima. Data yang ada pada kami dari Kantor Pos Pusat dan BPS Pusat," jelas Yulius kepada Slamet dan fraksi Partai Golkar, kemarin.
Lebih jauh Yulius menambahkan pihaknay masih terus melakukan koordinasi dengan pihak Pemkab Gunungkidul untuk meminta dilakukan verifikasi penerima BLT hingga tingkat RT. Untuk verifikasi data penerima BLT, pihak kantor Pos juga tidak berkewenangan melakukan verifikasi. Menurut Yulius, verifikasi penerima BLt akan dilakukan pemkab melalui Ketua RT, RW dan Dukuh yang dibantu dengan kecamatan.
Berdasarkan petunjuk dasar, verifikasi tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan akan adanya penerima yang sudah pindah domisili atau pun sudah meninggal. Untuk penerima BLT yang sudah meninggal, lanjut Yulius, BLT tidak dapat dipindah kuasakan kepada anak. Namun harus pindahkan atas nama istri. Khusus untuk penerima yang sudah pindah domisili, petugas verifikasi akan mencoret dan bisa mengajukan nama calon penerima ke Pemkab Gunungkiudl yang memenuhi syarat kelayakan mendapatkan senilai Rp 300 ribu ini.
Untuk rencana penyaluran BLT kepada warga di 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, Kantor pos jug amasih menunggu kebijakan Pemkab Gunungkidul mengingat dari 18 kecamatan yang ada, masih ada lima kecamatan yangbelum memiliki Kantor Pos Cabag di tingkat kecamatan.
Lima kecamatan tersebtu diantaranya kecamatan baru di Purwosari, Tanjungsari, Saptosari, gedangsari dan Kecamatan Girisubo. "Kita tunggu sikap pemkab apakah akan disalurkan melalui kantor pos di kecamatan terdekat, atau secara khsuus membuka kantor Pos darudat untuk lima kecamatan itu," tambah Yulius kepada anggota dewan.
Didampingi anggota dewan lain diantaranya Bambang Sumitro, Heri Nugraha dan Sugiyarto DARI FRAKSI PARTAI Golkar, Slamet SPd selaku Ketua DPRD Gunungkidul meminta agar penyaluran BLT bisa dilakukan dalam waktu cepat. Ini menyangkut banyaknya desakan warga yang makin diberatkan dengan naiknya harga BBM diikuti dengan harga kebutuhan pokok lainnya. "Kami berharap program ini bisa direalisasikan secepatnya mengingat masyarakat yang sudah kepepet sudah sangat menunggu-nunggu," kata Slamet yang sempat mengusulkan kemungkinan Kantor Pos Gunungkidul sanggup menalangi uangnya dulu sebagaimana sudah menjadi komitmen MOu antara pemerintah dan kantor Pos dalam program BLT ini.
Pernyataan Slamet ini nampaknya berseberangan dengan sikap anggota dewan dari Fraksi PDIP. Melalui salah satu politisinya menilai bahwa program BLT harus ditolak karena menjadi program BLT hanay mendidik rakyat berpikir mundur dan tidak membuat mandiri. "Kami tetap menolak Program BLT yang membodohkan rakyat itu," kata Heri Dwi Haryono yang duduk di Komisi B ketika ditemui terpisah harian Jogja.
Sementara itu dalam kesempatan ditemui Harian Jogja, Suminto Harjio salah satu warga Desa Wonosari Kecamatan Wonosari yang tahun 2005 menetima BLT merasa kuatir apakah tahun ini juga mendapatkan BLT senilai Rp 300 ribu per bulan tersebut. "saya berharap masih mendapatkan BLT di tahun ini karena kondisi ekonomi saya makin terpuruk dengan kenaikan BBM," tutur seorang buruh serabutan ini.

Tarif AKAP Ikut-Ikutan Naik

Oleh Endro Guntoro
HARIAN JOGJA
Wonosari-Merak Naik Rp 20 RIbu
WONOSARI – Desakan dewan agar pemkab segera menentukan tariff angkutan baru baik untuk angkutan pedesaan (angdes) maupun angkutan kota (angkot) mendapat respon Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul. Pagi ini, Dishub Gunungkidul akan menggelar pertemuan dengan Organisasi Pengusaha Angkutan Daerah (organda) guna membahas rencana pemberlakuan tarif baru untuk angkutan umum pasca kenaikan BBM.
‘Besok (hari ini) kami akan melakukan pertemuan dengan melibatkan organda membahas kenaikan traif yang akan segera diberlakukan sebegai penyesuaian dari kenaikan harag BBM," karta Samsuddin Effendy selaku Kepala Bidang Transportasi Dinas Perhubungan Pemkab Gunungkidul diwawancari Harian Jogja, senin (26/5) kemarin. Menurut Samsuddin, pertemuan membahas tarif angutan umum rencananya akan digelar pukul 10.00 wib di aula ruang pertemuan Kantor Dishup di Jalan lingkar utara Piyaman Wonosari.
Organda yang akan dilibatkan dalam pembahasan hari ini, tak lain pihak pengusaha angutan pedesaan dan kota dan awak angkutan pedasaan dan kota untukmasing-masing jurusan yang sudah terbentuk kepengurusan.
Samsuddin menambahkan kenaikan tariff tariff dasar angkutan sudah ada dasar ketetapannya yakni tidak lebih kenaikan tariff melebihi 20 persen. Kebijakan tersebut, lanjut Samsuddin, tak lain mempertimbangkan beban masyarakat yang semakin berat. "Jangan sampai berkali-kali masyarakat mendapat beban berat kedua kalinya setelah harga BBM naik," tambah Syamsuddin kepada Harian Jogja.
Namun demikian Samsuddin mengakui organda dan awak angkutan tidak bisa dipaksakan untuk tidak menaikkan tariff angkutan umum karena harga BBM sangat berdampak langsung baik awak angkutan termasuk pishak pengusaha angkutan.
Terkait dengan kenaikan tariff yang sudah lebih dulu dinaikkan pengusaha dan awak angdesa dan angkot, Samsuddin tidak bisa berbuat banyak. Pihaknya mengaku kondisi tersebtu masih akan dimaklumi jika kenaikan taruif angkutan masih memperhatikan pihak masyarakat. "Sementara kita tidak bisa mengelak kenaikan yang belum resmi ini. Namun kami menghimbau agar kenaikan tariff yang masih wajar," imbuhnya.
Sementara itu, siang kemarin Slamet SPd memimpin rombongan anggota dewan dari fraski Partai Golkar melakukan pantauan langsung ke beberapa titik lokasi angkutan umum di Terminal Wonosari. Dengan menggUnakan mobil dinas AB 4 D didampingi Heri Nugraha, Sugiyarto, dan Bambang Sumitro, ketua DPRD Gunungkidul melakukan pantauan langsung ke sejumlah pengurus paguyuban angkutan yang lebih dulu menaikkan tariff angkutan.
Rombongan anggota dewan ini langsung diterima sekretaris Paguyuban Bis Malam (Bisma) Gunungkidul Hartoyo di agen bus AKAP. Kepada Slamet, Hartoyo mengaku kenaikan BBM membuat pihak pengusaha angkutan menjerit. "Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak pengusaha dan menaikan 15 persen untuk engkutan Antar Kota Antas Propinsi," kata Hartoyo didampingi pengurus Bisma lain. Kepada wakil rakyat, Hatoyo menjelaskan untuk jurusan Wonosari Jakarta tarif sudah naik rata-rata 15 persen atau sekitar Rp10.000 hingga Rp 20.000 untuk angkutan tujuan Wonosari-Jakarta.
Kenaikan tariff untuk AKAP ini, lanjut Hartoyo, tidak akan mempengaruhi tingkat pelayanan terhadap penumpang. Kepada anggota dewan, Hartoyo memastikan pasca kenaikan BB belum banyak berpengaruh pada kurangnya awak armada AKAP yang tidak beroperasi. Dalam sehari untuk bus Sabntoso masih beroperasi 120 armada.
Demikian dengan angkutan pedesaan, kepada dewan berharap kondisi ini segera direspon untuk segera mendesak pemkab untuk menentukan tarif baru. Namun untuk Antar Kota Dalam Propinsi atau tujuan Wonosari-Jogjakarta kebijakana kenaikan tariff ada ditingkat propionsi.

Tarif Baru Angkutan Antar Kota Antar Propinsi :
1. Jurusan Kelas Tarif lama Tarif baru
2. Wno-Jkt Ekonomi Rp 65.000 75.000
3. Wno-Jkt Utama Rp.80.000 90.000
4. Wno-Jkt AC VIP Rp. 110.000 Rp.145.000
5. Wno-Merak (AC) Rp. 125.000 Rp.145.000
Sumber : Bisma Gunungkidul dari patokan harga AKAP untuk bus Santoso

Video Porno "Patuk" Bukan Rekayasa dan Animasi


Roy Suryo Yakin Rekaman Sudah Masuk Editing

Oleh : Endro Guntoro
HARIAN JOGJA
PATUK – Video adegan filmu porno diduga kuat diperankan siswa SMP di Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul memasuki babak baru. Roy Suryo pakar telematika yang sengaja dilibatkan pihak Kepolisian Resort Gunungkidul untuk kepentingan identifikasi memastikan rekaman adegan panas tersebut bukan hasil rekaman rekayasa atau gambar animasi.
"Remanan adegan itu adalah murni gambar hasil rekaman. Bukan rekayasa atau animasi.," kata Roy Suryo dihubungi Harian Jogja, kemarin.
Menurut pengamatan Roy Suryo, hasil rekaman agedan dipastikan sudah masuk proses editing gambar atau pemotongan gambar secara rapi atau dalam istilah cut to cut. Dari sudut pengambilan adegan panas, pakar telematikan asli Puro Pakualaman Jogja ini menilai adegan diambil pihak ketiga.
Lebih lauh Roy Suryo menambahkan identifikasi adegan video rekaman yang menghebohkan warga Gunungidul ini sempat pula dicocokkan dengan foto perempuan pemain adegan panas berdurasi 3 menit 40 detik.
Ada dua kemungkinan, menurut Roy, fasilitas peralatan rekam digunakan syuting dalam adegan yang mengundang penasaran banyak orang untuk mendapatkan film ini. Roy menilai pengambilan gambar adegan anak SMP di Patuk dan laki-laki dewasa ini menggunakan alat rekam handycam atau HP yang berfasilitas video-rec. "Kualitas gambarnya sangat bagus dan tidak etrlalu pecah seperti pengambilan gambar pada umumnya dari HP," tambah Roy.
Sementara itu pantauan Harian Jogja di Polres Gunungkidul sejumlah personil masih nampak tertutup. Sumber terpercaya Harian Jogja memastikan pemeran film adegan porno sudah diperiksa sebagai korban. Namun tidak menunutup kemungkinan jika ditemukan bukti kuat gambar tersebut ada unsur kesengajaan, status korban dimungkinkan bisa menjadi tersangka. "Perempuan yang disebut-sebut sebagai bintang adegan dalam film itu sudah mengakui dan tidak mengelak," kata salah satu personil yang enggan namanya disebutkan.

Temuan BPK Langsung Tindaklanjuti

Upah Pungut Rp 700 Juta Tak Melalui Rekening Kas Daerah
WONOSARI - Temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK) Propinsi DIY adanya penerimaan upah pungut tahun 2006 dan 2007 dari pemerintah untuk Pemkab Gunungkidul senilai Rp 700 juta diketahui tidak melalui rekening kas daerah. Namun temuan BPK DIY tersebut sudah ditindak lanjuti Badan Pengelolaan Keuangan dan Kas Daerah (BPKKD) Pemkab Gunungkidul.
"Temuan BPK saat itu langsung kami tindaklanjuti dengan memasukkan ke rekening kas daerah," kata Yd Nugrahah selaku kepala BPKKD dikonfirmasi Harian Jogja, kemarin. Menurut YD Nugraha temuan BPK ini tak lain karena disebabkan karena mekainsme yang mengatur. "Setelah ada Peratuiran menteri keuangan maka langsung mekanisme itukit apakai dan uang kita langsung masukkan ke kas dearah," tambah Nugraha.
Terpisah, anggota DPRD Gunungkidul Heri Dwi Haryono mengaku sudah pernah mendapatkan informasi tersebut. "Temuan itu pernah menjadi pembahasan di komisi. Kalau tidak salah BPKKD pernah kita himbau untuk segera membereskan temuan BPK tahun itu. Namun sampai kini kita belum mengecek lagi," tandas politisi PDIP yang dusuk dikomisi B. (end)

Ratusan Kabel Pompa Air Dijarah

Warga Giriharjo Krisis Air
WONOSARI –Warga desa Giriharja Kecamatan Panggang Gunungkidul dibuat jengkel dengan ulah lima pencuri ratusan meter kabel genzet yang digunakan untuk mengangkat sumber air bersih di Goa Plawan, kemarin. Lima pelaku berhasil dibekuk petugas setelah adanya laporan kejadian tersebut.
Lima pelaku tercatat warga setempat masing-masing berinisial Sub (23), Dar (24), Er (25), Pr (24) dan Rs (30) berhasil dibekuk dan kini sudah resmi menjadi tahana Mapolres Gunungkidul dan menyandang tersangka. Sedang tiga orang pelaku lain masih dalam pengejaran petugas.
Kapolres Gunungkidul AKBP Drs S Joko Lelono didampingi Kanit Opsnal Satreskrim Iptu Rahmadewanto ketika dikonfimasi membenarkan kejadian tersebut. "Kini masih terus kembangkan karena hasil pemeriksaan mengarah banyakpelaku lain yang masih kita lidik," kata Kapolres.
Kanit Reskrim polsek Panggang Briogadir Erwin memastikan hingga kemamrin kelima tersangka sudah menjalai penyidikan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya."Tiga yang masih buron masih terus kita lidik," kata Erwin.
Menurut Erwin, selain sebagi tindak kriminal aksipencurian yang dilakukan oknum pemuda desa setempat ini berdampak luas paad kebutuhan air warga di desa Giriharjo yang sebagian mengantungkan kebutuhan air paad alat genzet pengangkat air dari sumer didalam doa.
Sumber lain menyebutkan, kasus ini berawal dari macetnay aliran air dari sumber air di dalam goa ke beberaap rumah warga. Beberapa warag langsung merasakan resah dengan macetnya air yang menjadi kebutuhan primer ini. Petugas penjaga genzet langsungmelakukan pengecekan yang hasilnya diketahui kabel pengubung genset dengan sumber listri sudah raib.
Abdulah satu warga Giriharjo menyayangkan perbuatan lima pelaku pencurian. Bersam dengan warag lain, saya minta agar perbuatan itu diperoese sesuai aturan hukum,’ kata Abdulah dikonfirmasi melalui ponselnya. Menurut Abdulah aksipencurian ini menyebabkan kekeringan beberapa hari melanda warag Giriharjo yang memang menggantungkan kebutuhan hidupnya dari air yang tersimpan di dalam goa tersebut. (HarianJogja/end)

Harga Bahan Pokok justru Turun

Pengusaha Tangki Air Masih Bingung

Oleh Endro Guntoro
HARIAN JOGJA
Wonosari – Kenaikan harga BBM yang diberlakukan pemerintah seakan menjadi peluit awal menandai harga kebutuhan lain juga naik. Namun bukan untuk harga kebutuhan pokok di Pasar Argosari Wonosari, Minggu (25/5) kemarin justru mengalami penurunan harga.
Ini telihat dari sejumlah barang seperti diantaranya jenis cabe merah justru mengalamipenurunan harga sampai Rp 4000 dari harga sebelum kenaikan BBM yang mencapai Rp 16 000 per kg. Sama halnya dengan harga cabe keriting dari harga sebelumnya Rp 18000 per kg setelah kenaikan BBm justru turun menjadi Rp 15000 per kg.
"Saya juga ndak tahu persis kok harga-harga malah turun. Ini ada apa," kata Margiyanto salahs atu pedaganag bumbon di lantai I Pasar Argosari, kemarin.
Selain cabe, Margiyati menambhakan bahan kebutuhan lain yang juga turun mengalami harga turun adalah harga telor justru turun Rp 1000 dari semual Rp 12.000 per kg menjadi Rp 11.000 per kg. Untuk cabe riwit, mengalami penurunan yang cukup drastis semula harga perkilomnya sempat Ro 14 ribu per kg pasca kenaikan BBM turun menjadi Rp 9000 per kg.
Pada kesempatan yang sama, Sugirah pedagang Pasar Argosari kepada Harian Jogja menambahkan tiga jenis bahan kebutuhan yang justru mengakami kenaikan harga diantaranya bawang merah dan bawang putih. Menurutnya, harga bawang putih sebelumnya sampai Rp 5000 per kilo kini turun menjadi Rp 3000 per kg. sedang untuk harga bawang merah measih mengalami harag stabil di Rp 10000 per kgnya.
Pedagang Tangki Air Masih Bingung
Terpisah, paguyuban pedagang tangki air yang tergabung dalam Paguyuban Ngudi Lestari di sumurbor jalan Baron tepatnya di Tegalsari Wonosari masih terlihat kebingungan atas kenaikan BBM. Musyawarah yang dilaksankan lebih dari sekali di intern pengurus dan anggota paguyuban tak kunjung membuahkan harga final untuk tariff penjualan tangki air per 5000 liter untuk diberlakukan ke beberapa daerah krisis air di Gununkidul.
"Sampai sat ini harga belum mencapai finasl. Kita masih akan teru smembahas lagi, karena harus melibatkan semua pihak termausk sopir tangki," kata Suharno salah satu pengurus paguyuban di temui Harian Jogja, di sumur pompa tempat para tangki air antre.
Harno mengaku meski sudah terdapat harg asementara namuan harag tersebut belum resmi diberlakukan dengan alasan haragtersebut masih belum pas dengan nilai keuntungan sekaligus respon konsumen petani dan warag di daerah krisis. "Ini memang sudah diprint, namun jangan disebarkan dulu karena belum finasl dan kami akan membahasnya lagi," kata Harno sambil meminta kembali salinan daftar harga baru air yang sebelumnya diserahkan salah satu anggota peguyuban kepada Harian Jogja.
Namun demikian pantau Harian Jogja selama sekitar satu jam di pangkalan air di paguyuiban Ngudi Lestari kemarin distribusi air ke sejumlah wi;layah kekekringan cukup lancar.
Lantas menggunakan harag adari kesepakatan apakah tangki air berkapasitas 5000 liter ini dijual kepada warga yang mengalami kekeringan di berbagai daerah? Suharno tidak bis amenjawab pasti. Namun pihkanya terpaksa masih menggunkana perkiraan yang tidak tertulis. "Ya kalau dirasa masih untung bagi kita pokojnya kita siap kirim. Untuk keniakan hraga belum bisa kami sebutkan,’ imbuh Harno menolak daftar harga air untuk dipublikasikan.

Kumpulkan Angket Partai, Halaman Pemkab Menguning

Oleh Endro Guntoro
HARIAN JOGJA

WONOSARI – Ribuan masyarakat dan kader Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul Minggu (25/5) pagi membuat kota Wonosari jadi terkesan kuning. Ribuan masyarakat dan kader sejak sekitar pukul 05.30 wib mengikuti kegiatan senam masal yang digelar jajaran DPD Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul di alun-alun halaman pemkab Gunungkidul.
Kegiatan ‘ Pagi sehat bersama Partai Golkar’ ini juga dalam rangka pengumpulan angket sebagai bentuk Partai Golkar menggelar gerakan bertanya rakyat sebagaimana digagas Ketua DPW Partai Golkar Gandung Pardiman terkait sikap Partai Golkar DIJ menyikapi pergantian Gubernur yang akan habis mesa jabatannya.
"Semua sudah terkumpul sekitar 55000 angket yang sudah diisi warag di Gunungkidul. Selanjutnya kimi akan lakukan pendataan isi angket," kata Slamet SPd selaku ketua DPD Partai Golkar Kab. GUnungkidul ditemui Harian Jogja.
Namun demikian, menurut Slamet hasil pengumpulan angket senilai 55000 lembar dari hasil jejak pendapat belum dapat dipastikan isi angket dari pihak responden. "Baik yang pro dilakukan pemilihan Gubernur atau yang pro dengan penetapan Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai Gubernurt belum bias kita ketahui," jelas Slamet.
Dijelaskan Slamet isi angket ini sangat penting dalam rangk amenentukan sikap partai Golkar menghadapi pro kontrak penetapan Sultan Hamengkubuwono X dan Paku Alam IX sebagai pemimpin Jogjakarta . "Kalau nanti yang 80 persen isi angket menyebutkan isinya menginginkan pro penetapan Sultan segebagi Gubernur selanjutnya akan menjadi keputusan partai," kata Slamet. Namun demikian, jika angket justru menunjukkan anka lebih banyak pada pro pemilihan, masih akan menjadi pembahsaan lebih lanjut jajaran DPW Partai Golkar Propinsi Yogyakarat.
Slemat mengaku bahwa angket yang telah disebar dalam rangka program Partai Golkar Gerakan Bertanya Rakyat disebarkan ke beberapa wilayah di Kabupaten Gunungkidul tidak 100 persen kembali. Namun setidaknay angka 55000 ini akan menjadi salah satu pertimbnagan dari kebijakan partai Golkar menentukan sikap menghadapi masa jabatan Gubernur habis.
Dalam kesemepatan senam masal, dibagikan beberapa doorprice hadiah hiburan dan hadiah utama dianataraya du aseped amotro dan satu ekor lembu yang jatuh di salah satu kader Partai Golkar di Ponjong sebagai ungkapan terima kasih Partai Golkar.

Pemkab Didesak Eksekutif SegeraBersikap

Tarif Angkot dan Angdes Sudah Naik
WONOSARI – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diminta segera mengambil tindakan menentukan tarif angkutan kota dan angkutan desa pasca kenaikan harga BBM yang berdampak pada sector transportasi public.
"Kami minta agar eksekutif segera membuat draf atau rencana ketetapan tarif angkutan dalam waktu dekat ini," kata Drs Budi Utama selaku anggota komisi B DPRD Gunungkidul kepada Harain Jogja, Minggu (25/5) kemarin.
Menurut Budi, draf itu sangat penting untuk menghindari pihak pengusaha angkutan maupun awak angdes dan angkot menentukan secara sepihak dan berdampak beban bebat masyarakat. "Paling tidak langkah ini menjadi prioritas eksekutif. Karena jika eksekutif tidak segera respon, kenaikan tarif dilakukan sepihak dan berdampak beratnya beban masyarakat," tambah politisi PDIP ini.
Fraksi PAN melalui Arif Setiadi SIP menyatakan hal yang sama. Pihkanya meminta agar kenaikan BBM yang berdamp[ak luas ini segera disikapai eksekutif dan membuat kebijakan-kebijakan yang menyangkut penetatapn tarif umum. "Kami menghimbau secepatnya dibuat draf tariff angkutan agar kondisi angkutan segera cepat stabil," kaat Arif.
Lebih jauh Arif menambahkan pihaknya telah mendapatkan banyak masukan dari awak bus dan pengusaha angkutan baik angkutan kota maupun angkutan pedesaan. "Kamisudah banyak masukan dari awak angkutan yang masih kebingungan dengan belum adanya tarif baru ini,"imbuhnya.
Terpisah, Slamet SPd selaku Ketua DPRD Gunungkidul selain berharap eksekutif segera membuat draf kenaikan tariff yang resmi, kalangan pengusaha angkutan dihimbau tidak menaikan tariff angkutan terlebih dulu. "Kami menghimbau agar pengusaha tidak membuat tariff sepihak dulu. Sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah," kata Slemet. Kendati demikian, berharap agardalam upaya menyusun tariff angkutan melibatkan organda termasyuk pengusaha dan awak angkutan yang sudah membuat paguyuban," imbuh Slamet.
Sementara itu, Pantauan Harian Jogja, sejumlah jasa angkutan transportasi baik untuk Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), angkot dan angdes sudah secara inisiatif menaikan harga tariff angkutan. Awak bus ini mengaku mengaku menaikan harga tidak lebih dari Rp 500,- sampai Rp 1000,- dengan mempertimbangkan jarak yang ditempuh dan kenaikan harga solar dan bensin.
Supriyono anggota paguyuban awak angkot Jurusan Wonosari-Playen dan Wonosari Paliyan mengaku terpaksa menaikan tariff penumpang untuk mempertahankan agar armada angkutannay tetap bias beroperasi. Pihaknya mengaku tidak bias berbuat banyak selain menaikan harga tariff penumpang. "Kami menaikkan tidak lebih dari Rp 1000 dan hasilnya para penumpang sudah emmaklumi dan tidak keebratan," kaat Supriyono warag Trimulyo II Kepek Wonosari ditemui Koran ini kemarin.
Tri Budi salah satu anggota paguyuban angkutan pedesaan untuk jurusan Wonosari-Semanu menambahkan kenaikan tariff angkutan pedesaan ini dinaikkan secara insiatif awak angkutan dan pengusaha ini belum harga mencapai nilai final. "Kenaikan rata-rata seribu rupiah ini belum resmi diintern paguyuban agar semua tetap bias berjalan baik pihakpengusaha dan awak angdes. Dengan tariff semenatara naik Rp 1000 penumpang tidak ada komplain dari poenumpang,"kata warga Baleharjo Wonosari.
Parmin salah satu penumpang jurusan Wonosari- Semin mengaku tidak merasa keberatan dengan kenaikan tariff angdes. "Secara umum kit aharus memaklumi kalau BBm naik semua ikut-ikutan naik. Kenaikan tarif yang sifatnya masih belum resmi ini masih cukup wajar. Saya selaku pihak penumpang memaklumi kondisi ini," kata Parmin.
Demikian halnya dengan tariff AKDP jurusan Jogja-Wonosari mengaku sudah inisiatif untukmenaikan tariff penumpang. "Untuk semenatara kami menggunakan kesepakatan baik dengan anatar pengusaha bus dan awak bus termasuk dengan penumpang untuk tariff jurusan Jogja-Wonosari naik Rp 1000 sambil menunggu hasil tariff resmi pemerintah," kata Tukariyanto salah satu awak angkutan bus Siswantoro ditemui di kOmplek Termunal Wonosari.

Angkutan kota :
Wonosari – Playen : 3000 sekarang 3000
Wonosari – Paliyan : 3000 sekarang 4000
Wonosari – Banaran : 4000 sekarang 5000
Wonosari – Gosa : 5000 sekarang 6000
Angkutan Pedesaan :
Wonosari – Baran : 6000 jadi 7000
Wonosari – Ngrancah : 9000 jadi 10000
Wonosari – Munggi : 2500 jadi 3000
Wonosari – Semin : 5000 jadi 6000
Wonosari Ponjong : 4000 jadi 5000
Wonosari Karangmojo : 3000 jadi 3500
AKDP
Wonosari – Jogja : 5000 jadi 6000 (bus)
Wonosari – Jogja : 4000 jadi 5000 (minibus)
Sumber awak angkot dan Angdes di Termianl Wonosari, Minggu (25/5).

Pegang Anu Gadis Dipolisikan

PLAYEN - Tedi Gunarto (19) warag Gading IX Desa Gading kecamatan Playen siang kemarin harus berurusan dengan petugas polres Gunungkidul. Tedi dilaporkan polisi setelah sah melakukan perbuatan tidak terpuji memegang payudara gadis sebut saja namanya Ika warga Siyono Desa Loguandeng Playen, Rabu (21/5) lalu.
Kejadian menimpa Ika ini terjadi di jalan Siyono Gading tepatnya di depan SD Logandeng II saat pulang kerja mengendari sepeda motornya, malam hari sekira pukul 21.15wib.
Saat korban mengendari sepeda motor seorang diri, pelaku tiba-tiba menyalip laju kendaraan korban dengan seketika memegang payudara korban tanap diketahu maksu dan tujuannya. "saya merasa dilecehkan maka saya melaporkan kejadian yang menimpa saya,"kata Ika kepada Harian Jogja, siang keamrin usai diperiksa petugas.
Akibat perbuatan Tedi ini, beruntung korban tidak mengalami kecelakaan. Korban selanjutnyamengejar dan mencatata nomor polisi sepeda motor pelaku yang diketahui bernomor AB 3340 FW.
Kejadian ini menurut korban bukan seklai terjadi, sepekan sebelumnya korban mengalami hal yang sam saat melintas di jalan Siyono – Wonosari, tepatnya di gepan kampus Universitas Gunungkidul.
Dalam peemriksaan di ruang terpisah, Tedi mengakui perbuatan tersebut. Namun pihkanya menampik jiak perbuatan tidak senonoh itu dilakukan sudah terencana lebih dulu. "Saya respon saja pak. Saya juga tidak habis lihat film porno. Saya pengin iseng saja," kata Tedi penuh sesal kepada Penyidik. Aibat perbuatannya, Tedi diancam pasal 281 KUHP dengan tuduhan merusak kesopanan dimuka umum.
Kasat Reskrim polres Gunungkidul AKP Mugiman membenarkan adanya kasus asusila ini. "Kini kasus ini kini tengah dalam penyidikan kami," kata Mugiman .(end)

Rakyat bicara ...

"YO YALAH TEMEN, MALAH NING JEPANG"
Sudarminto (52) Gadungsari Wonosari

Ke jepang? Yo talah teman.. Rumahnya baru punya gawe, Gunungkidul baru memperingati hari jadi ke 177 kokmalah tindakan (pergi). Apalagi harijadi ini kan tidak setiap hari. Ini memoent penting dan khsusus bagi daerahnya tapi kok nekad meninggalkan peristiwa dan kejadian peting. Semua kembali pada keberpihakan Bupati, penting mendampingi Sultan ke Jepang atau bersama rakyat peringati daerahnya sendiri. Menurut saya, karena bekerjanya atas nama Gunungkidul ya mentingkan Gunungkidul dulu dong!!
NASI SUDAH MENJADI BUBUR
Bekti (30) warga Karangmojo Kecamatan Karangmojo Gunungkidul

Kalau menurut saya manfaat kunjungan ke Jepang perlu dilihat dulu sejauhmana pentingnya untuk kepentingan pembangunan Gunungkidul. Jika tidakbermanfaat, ngapai harus ke Jepang… apa yang mengena dengan pergi ke Jepeng, perlu ditagih. Harusnya kalau tidak begitu penting, meskipun mendampingi Sultan bisa mewakilkan Wakil atau penabatlainya saja. Tapi bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Dan Pak Bupati sudah terbang ke Jepang.

Pendapat Rakyat, Bupati Nglencer ke Jepang


MENGEJAR BESARNYA PERJALANAN DINAS...
Agustinus (35) aktivis pemuda warga Selang Wonosari

Kami melihat kok ada yang janggal dari kepergian Bupati ke Jepang. Kesannya menyangkut urusan perjalanan dinas saja yang didalamnya ada uangsaku yang tidak sedikit. Saya tidak keberatan, asal kepergian Bupati ke Jepang ini membawa manfaat penting bagi Gunungkidul. Syaukur-syukur kita berani tagih hasilpulang dari Jepang.

Pendidikan Gratis Molor Dewan Bersikap

FPDI Ngotot, FKU dan FPAN Minta Pending

Oleh Endro Guntoro
HARIAN JOGJA
WONOSARI - Program pendidikan murah Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Pendidikan Gunungkidul yang pelaksanaannya terancam molor membuat sejumlah anggota dewan harus bersikap tegas.
Anggota dewan meminta agar Diknas segera bersikap mengingat saat ini sudah pertengahn tahun anggaran dan hamper memasuki tahun ajar baru.
Poltisi dari Fraski PDIP, Warta SIP yang juga membidangi masalah pendidikan di komisi D menegaskan program pendidikan gratis sudah dinanti-nanti realisasinya. "Dinas harus cepat. Karena sudah banyak yang menunggu realisasi dari program itu,’ kata Warta .
Warta meminta agar dinas tidak banyak pertimbangan untuk melaksanakan apa yangsudah menjadi program dan kebijakan. "Kalau belum dilaksanakan itu menunggu apa lagi. Harusnya perencanaan dan teknis penyalurannya sudah terkonsep sejak dari awal menyusun program pendidikan murah itu. Kami meminta cepat direalisasikan," imbuh Warta kepada Harian Jogja, kemarin.
Penyataan Warta sebagai anggota komisi D dari PDIP ini berseberangan dengan sikap Ir Iman Taufik selaku ketua Komisi D yang tetap meminta Dikna mempending dulu program tersebut sampai Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul memiliki konsep yang jelas pelaksaan pendidikan gratis. "Kalau dipaksakan program pendidikan murah dilaksanakan sama artinya dengan membuka peluang konflik baru karena dinas belum cukup memiliki konsep bagaimana teknis pelaksanaannya dan system pengawasan yang peluang terjadi salah penggunakannya," tandas Taufik poltisi dari PKS.
Senada dengan pernyataan Taufik, politisi PAN, Arif Setyadi anggota dewan dari fraksi PAN lebih memandang penting mekanisme dan pelaksaan program tepat sasaran. "Baik siswa yang disasar termasuk peruntukannya harus bisa dipertanggungjawabkan. Dinas harus mengafal penggunakan," kata Arif. Menurut Arif, halitu perlu dikebut dan tetap dilaksanakan sebagai pelaksanakan Perda APBD.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Drs Kasiyo mengaku tidak ada waktu diwawancari Harian Jogja. Melalui stafnya menyampaikan pesan tidakbisa ditemui untukkeperluan wawancara. "Maaf, tadi saya sudah matur sama bapak kepala tapi bapak tidak bersedia sementara waktu ini," kata Sarjono staf bagian umum Diknas Gunungkidul.
Pantauan Harian Jogja di sejumlah sekolah di Wonosari, rencana program pendidikan murah pemerintah kabupaten Gunungkidul tersebut belum banyak diketahui jajaran kepala sekolah. "Saya belum dengar kalau ada program pendidikan murah. Sampai saat ini belum ada sossialisasi dari Dinas Pendidikan Gunungkidul. Jadi bentuknya apa, penyelurannya bagaimana semua kepala sekolah belum ada yang tahu," kata Kepsek SMP.

Video Porno Libatkan Roy Suryo

Oleh Endro Guntoro
Harian Jogja

PATUK – Gemparnya rekaman video berisikan adegan porno remaja putri dan laki-laki dewasa diduga kuat diperankan ABG siswa SMP asal Patuk Gunungkidul melibatkan Roy Suryo. Keterlibatan Roy Suryo sebagai pakar yang membidangi telematika ini untuk kepentingan identifikasi Penyelidikan Polres Gunungkidul yang mulai memfokuskan perhatian adegan panas yang menghebohkan warga Gunungkidul.
Kepastian pakar telematika asli Jogja dilibatkan dalam upaya polisi membongkar porno aksi itu dibenarkan Roy Suryo ketika dikonfirmasi harian Jogja, Jumat (23/5) sore kemarin. "Saya sudah ditemui anggota dari Polres Gunungkidul dan diminta untuk membantu mengungkap isi video dari sisi ilmu telematika," kata ahli telematika kepada hakrian Jogja.
Menurut Roy, gambar yang telah diterimanya dari tiga anggota polres Gunungkidul yang ditugasi secara khusus menemui Roy Suryo itu tengah dalam analisa lebih lanjut. Dari hasil sementara, dipastikan pengambilan gambar dilakukan orang yang paham angle dalam pengambilan gambar secara artistic dengan mengynakan handycam. "Analisis sementara bukan pakai handphon yang ada layanana kamera, tapi dari alat record Handycam," kata Roy Suryo.
Roy Suryo menambahkan untuk memastikan keaslian gambar, kapan record (direkam) dan beberapa hal lain dibalikpengambilan adegan tidak senonoh itu memerlukan ketelitihan. "Analisa gambar rekaman itu perlu waktu. Tidak bisa langsung dideteksi hari itu juga. Perlu kami lihat sedetail-detailnya dulu," tutur dukun telematika yang kerab mengisi disejumlah acara televisi.
Kuat dugaan, pengambilan adegan dua sejoli ini terdapat unsure kesengajaan untuk direkam oleh pihak laki-laki. Hal itu terlihat dari teleitinya pihak pengambil gambar dari adegan dimulai sampai adegan panas selesai yang mampu mempertahankan wajah pasangan laki-laki tidak tampak terekam. Gambar yang diperoleh petugas dari beberapa download via hp infrared ini kini telah diamankan Polres Gunungkidul sebagai barang bukti.
Sumber terpercaya Harian Jogja di Polres Gunungkidul menyebutkan siswi SMP di Patuk yang diduga kuat sebagai pemain adegan dimintai keterangan di mapolres, sore kemarin. Hingga sore keamrin belum dapat diketahui alasan pemain adegan porno ini di panggil pada sore hari, saat jam-jam para wartawan pulang dari melakukan peliputan di Polres Gunungkidul sekitar pukul 14.00wib.
Pantauan Harian Jogja, sejumlah anggota Polres Gunungkidul nampak hati-hati bersikap dalam menyikapai kaksus tersebut. Bahkan biasanya bersedia membikan kabar seputar informasi yang terjadi di Polres nampak sangat tertutup. Hanya satu petugas yang namanya minta disebutkan bersedia memberikan informasi meledaknya video porno ini.
Ceweknya mau dibawa ke kantor untuk diminyai keterangan. Tapi kamu tidak usah kesini, saya ndak dicurigai ngasih info ke kamu, Ingat jangan sebut saya lho. Hehehe.. Isi SMS dari salah satu petugas yang tampil di layar ponsel wartawan.

PKBI Gunungkidul Ajak Protes Dokter dan Bidan

Oleh Endro Guntoro
HARIAN JOGJA

WONOSARI : PKBI Gunungkidul mengajak masyarakat untuk tidak segan-segan menegur dokter dan bidan dalam menjalankan praktek medis. Teguran pasien terhadap bidan, dokter dan tenaga medis lain ini menjadi hak pasien untuk selamat dari bahaya penularan HIV-AIDS yang berpeluang menular melalui jarum suntik bekas pasein lain.
“Kami mengajak pasien untuk tidak segan-segan menegur dokter dan bidan sebelum mendapat suntikan,” kata Isac Tri Oktavia Directur PKBI Gunungkidul kepada Harian Jogja, kemarin.
Teguran untuk dokter dan bidan atau tenaga medis ini diharap sudah menjadi kebiasaan pasien penyakit apapun. Untuk itulah tidak perlu takut jika teguran dokter dan bidan ini bakal marah. “Ingat itu hal kita sebagai pasien untuk mengawasi tenaga medis kita yang selama ini sulit dikontrol,” tandas Issac.
Ajakan menegur dokter, bidan dan tenaga medis sebelum menggunakan suntik ini, menurut Issac, sudah menjadi hak pasien. Mengingat prosedur dan ketetapan (protap) medis dan kode etik dokter harusnya terbuka dalam membuka segel suntik dan harus diketahui pasien.
Ditambahkan Novan, selaku relawan Komisi Pemberantasan Aids (KPA) DIY tidak dipungkiri lagi bahwa penyebaran virus aids di DIY sangat banyak ditentukan dari penggunakan jarum suntik medis yang digunakan untuk pasien yang berbeda. “Jadi pasien itu memiliki hak menolak dokter yang ceroboh dalam penggunakan jarum suntik tidak baru atau bekas pasien lain. Biasakan menegur,” tandas Novan.
Tidak dipungkiri, daripengamatan KPA DIY sampat pertengahan tahun ini, lanjut Novan, terdapat puluhan kasus penyebaran HIV-AIDS ditemukan melalui sterilisasi peralatan medis termasuk suntik dan jarum suntik.
Lantas Siapakah yang akan memantau praktek dokter atau bidan yang hanya menggunakan satu alat untuk banyak pasien? PKBI dan KPA DIY tegas menyatakan masyarakat dan pasienlah yang langsung sebegaipengawas dokter dan bidan nakal itu. (HARIAN JOGJA / end)

Selalu Sepi - Meskipun Polres Gunungkidul telah dilengkapi dengan perpustakaan yang sarananya sudah menunjang termasuk koleksi buku-bukunya lengkap namun jarang dikunjungi anggota. Hanya nampak satu penjaga perpustakaan Aiptu Slamet Riyatin. (harian Jogja//Endro Guntoro)

Lurah Tolak Jadi Bemper

Jumlah Penerima BLT Masih Mentah
WONOSARI – Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang segera digelontorkan pemerintah dengan masih menggunakan data penerima BLT tahun 2005 nampaknya memberi sinyal konflik dikalangan masyarakat tingkat bawah.
Kalangan kepala desa se Wonosari mulai ancang-ancang untuk menyikapkan kemungkinan menghadapi protes warga yang namanya lolos dari pata penerima BLT tahun 2008 ini.
"Kami sudah duduk satu meja dengan teman-teman lurah se Wonosari dan memiliki sikap untuk menolak dijadikan bember dari program BLT," kata Bambang Setyawan lurah Kepek mewakili lurah se kecamatan Wonosari kepada Harian Jogja, siang kemarin.
Menurut Bambang, keputusan menolak dijadikan bember pemerintah da;lam penyaluran BLT ini karena beberapa pengalaman mencatat di tahun 2005 tidak sedikit lurah dan perangkat desa menjadi korban. "Kita selalu saja menjadi korban dari kebijakan yang sebelumnya kita tahu apa –apa dalam penyaluran BLT. Mengatasi kemungkinan itu Pemkab Gunungkidul garus bersikap," imbuh Bambang.
Untuk itulah, Bambang mewakili 15 Kades di Wonosari menghimbau agar sosialisasi sejak dini dilakukan Pemkab Gunungkidul. Tuntutan tersebut untuk menghilangkan tuduhan lurah dituding kerab berkuasa menentukan penerima BLT.
Hal senada Bambang, Kasdi Siswopranoto selaku lurah Karangrejek Wonosari ditemui Harian Jogja spre kemarin mengakui keberadaan Kades dalam Program BLT menjadi selalu menjadi kambing hitam dan sasaran ketidakpuasan warga. "Kami harap untuk saat ini pemerintah yang langsung menangani BLT ini. Kami dan teman-teman lurah lain tidakmau jadi sasaran ketidakpuasan dan dianggap bermain dalam penyalurannya. Kami minta bukan lurah yangharus berhadapan dengan warag yang nanti akan protes tapi pemkab Gunungkidul," tegas Kasdi.
Lebih lanjut Kasdi menilai program BLT yang dipaksakan pemertintah ditahun ini menjadi program yang tidak mendidik masyarakat mandiri. Program tersebut, menurut Kasdi hanya memberi pelajaran malas bagi rakyat. "Harusnya masyarakat malu dikatakan hidup miskin, namun setelah ada program ini semua berlomba-lomba menjadi orang miskin," tandas lurah yang menilai program BLT lebih bermanfaat diweujudkan dalam bentuk padat karya atau program lain seperti penguatan modal bergulir dengan bunga terjangkau.
Kesiapan menyambut BLT tahun 2008 ini sudah cukup terlihat di Kantor Pos Gunungkidul sebagai pihak yang ditugaskan sebagaipenyalur langsung. Kepala Kantor Pos Gunungkidul Yulius Drajat Triyuliato SE mengaku terus melakukan langkah koordinasi dengan Pemkab Gunungkidul untukmenghadapi persiapan-persipana teknis penyeluran BLT.
"Sampai sekaramng kamai terus melakukan koordinasi terkait persiapan BLT," kata Drajat ditemui Hakrian Jogja.
Namun demikian data ditangan Kantor Pos Gunungkidul terdapat selisih sekitar 345 penerima dari data BPS Gunungkidul penerima BLT tahun 2005 sebanyak 95 722 Rumah Tangga Miskin di Gunungkidul. Data yang kini sudah ditangan Kantor Pos Gunungkidul dari Permkab Gunungkidul hanya 95 374 rumah tangga miskin di 18 Kecamatan di Gunungkidul. "Bukan kapasitas dan kewenangan saya untuk menyikapai perbedataan data tersebut karena kami hanay pihak yang melaksanakan kebijakan penerima finalnya," tambah pejabat asal Gombong.

Hari Jadi Gunungkidul Tanpa Bupati

Oleh Endro Guntoro
HARIAN JOGJA

Diganti Jalan Pemuda, Jalan Ki Hajar Dewantoro Tinggal Kenangan
WONOSARI – Hari jadi Kabupaten Gunungkidul ke 177 diperingati 27 Mei mendatang dipastikan tanpa kehadiran orang nomor satu di Gunungkidul. Bupati Gunungkidul Suharto SH berhalangan mengikuti serangkaian kegiatan hajri jadi Gunungkidul karena harus mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama kepala daerah.
"Meski ulang tahun Gunungkidul tanpa pak bupati acara tetap berjalan seperti semula," kata CB Supriyanto SIP selaku Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Pemkab Gunungkidul.
Menurut Supriyanto Meski tanpa kehadiran Bupati, acara Hut Gunungkidul ke 177 tetap berlangsung meriah. Sejak sepekan ini berbagai kegiatan hari jadi sudah digelar, diantaranya ziarah dan kunjungan mantan bupati Gunungkidul, aksi sosial donor darah, mujahadah dan senam sehat bersama dan gerak jalan.
Sementara itu untuk kegiatan Senam sehat dan gerak jalan bersama digelar Jumat (23/5) pagi kemarin di alun-alun Wonosari. Gerak jalan yang melibatkan sekitar 3000 warga Gunungkidul terdiri dari kalangan pelajar SD sampai SLTA, jajaran PNS, BUMN-BUMD, TNI dan Polri ini menandai pergantian nama jalan. Jalan Ki Hajar Dewantoro yang diambil dari nama tokoh pahlawan nasional berjuang dibidang pendidikan sekaligus jalan depan kantor Dinas Pendidikan Gunungkidul diganti dengan nama Jalan Pemuda.
Kini lowongnya jabatan bupati Gunungkidul sementara diambil alih Bupati sementara Hj.Badingah SSos yang sebelumnya menjabat wakil bupati. Keputusan ini mengacu UU nomor 32 tahun 2007 Pemerintahan Daerah. Badingan SSos selanjutnya akan menggantikan Suharto sampai tanggal 3 Juni menadatang.
Selain pemegang kebijakan selama waktu lowong ini Bupati Badingan SSos akan memimpin serangkaian kegiatan hari jadi kegiatan lain diantaranya bakti sosial ke sejumlah panti asuhan di Gunungkidul besok pagi, pentas seni dan upacara hari jadi, 27 Mei mendatang.

Kamis, 22 Mei 2008

POLISI Sahabat ANAK !
Brigadir Lantas Gantiarto Tengah Menyebarangkan Siswa-Siswa Sekolah
(EndroGuntoro)